Rabu , 17 Juni 2026

Workshop Sampah DLHK Kapuas Dibenahi Sebelum Berharap Dapat Dipindahkan

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Keberadaan Lokasi Workshop Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kapuas (DLHK) yang berada di Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas, yang berada ditengah kota Kuala Kapuas, dekat dengan Kantor Pengadilan dan bantaran sungai. Menjadi perhatian karena lokasi berada di tengah Kota .

Masalah utama yang timbul adalah pengelolaan bengkel (workshop) sampah dan TPS di tengah Kota Kapuas meliputi penumpukan sampah akibat penutupan beberapa titik, pembuangan liar di bantaran sungai, dan rendahnya kesadaran warga dalam memilah sampah. Hal ini memerlukan kolaborasi aktif dari pemerintah. Seperti diketahui penutupan beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tanpa solusi alternatif memicu tumpukan sampah baru dan aksi buang sembarangan di berbagai titik. Kebiasaan membuang sampah rumah tangga langsung ke sungai atau di bawah jembatan dan dermaga masih sering terjadi, yang merusak estetika dan lingkungan.

Workshop sampah DLHK harapannya adalah program edukasi praktis yang diselenggarakan pemerintah daerah untuk melatih masyarakat, sekolah, atau instansi dalam mengelola, memilah, dan mendaur ulang sampah. Pelatihan ini mencakup teknik pengolahan sampah organik dan anorganik (seperti plastik) agar memiliki nilai guna.

Sedang pemilahan sampah merupakan edukasi memisahkan sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) sejak dari rumah menjadi barang bernilai jual (kompos, kerajinan tangan, atau ecobrick). Sedang sistem operasional pengelolaan sampah terpadu di tingkat kelurahan atau desa.

Di berbagai wilayah, DLH juga mengintegrasikan kegiatan ini untuk kampanye pengurangan sampah plastik di kalangan pelajar, akademisi, hingga pelaku usaha.

Keberadaan Workshop DLHK ditengah kota ini, Kepala DLHK Kapuas dr Tonun Irawati melalui Sekretaris Dinas Gerek ditemui pada Senin (15/6) pagi di Kantor DLHK Kapuas Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas mengatakan sebenarnya harapan kita sama dengan harapan semua, ingin kalau keberadaan Workshop itu dipindahkan. Namun tentu saja banyak kendala seperti biaya, terus lokasi yang menjadi alternatif tempat serta lainya. Apalagi sekarang anggaran terbatas. Namun kita tetap mengupayakan hal yang lebih baik dengan melakukan semenisasi pada tempat penumpukan sampah dan memperbaiki saluran air. Harapannya meminimalkan akibat yang ditimbulkan dari adanya sampah tersebut,

” Keberadaan Workshop itu kita buka 24 jam, sehingga warga bisa membuang sampah kapan saja. Kita menyadari memang banyak tempat penumpukan sampah di beberapa yang dianggap mengganggu ditutup. Namun upaya distribusi ke TPA diupayakan lancar untuk menghindari penumpukan dan menimbulkan akibat yang tidak diinginkan,” terang Gerek.

Pengelola sampah mandiri di wilayah perkotaan seperti misalnya di Kuala Kapuas ini sering kali menghadapi kendala seperti minimnya sarana operasional dan Alat Pelindung Diri. Meningkatkan Inisiatif pengelolaan di bantaran sungai lainnya, pembentukan dan pembinaan Bank Sampah terbukti efektif mengubah masalah limbah menjadi potensi bernilai ekonomi. Adanya dukungan dari Dewan dan pihak terkait bisa mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kapuas untuk memberikan pelatihan, kendaraan operasional, dan apresiasi bagi warga penggerak lingkungan setempat. Peningkatan keterampilan operator dan petugas pengelola sampah terus digalakkan agar sinergi penanganan limbah dari tingkat kota hingga desa berjalan profesional. (wan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *