Jumat , 18 September 2026

BLT DD dan Monev Tahap II Tahun 2026 di Desa Anjir Mambulau Barat

NUSAKALIMANTAN.COM, Kuala Kapuas – Pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II tahun 2026. Yang mana alokasi maksimal untuk BLT-DD dibatasi hingga 15% dari total pagu Dana Desa atau disesuaikan lewat musyawarah desa (Musdes). Adapun jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 15 Kepala Keluarga. Penyaluran dilaksanakan di Kantor Desa Anjir Mambulau Barat Kecamatan Kapuas Timur Jalan Trans Kalimantan KM 2 . Dilanjutkan dengan Monitoring dan evaluasi Tahap II Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan hari Kamis (17/9) pukul 08.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan Camat Kapuas Timur Eko Dharma Putra yang diwakili Sekcam Amalludin dan Perangkat Kantir Camat lainnya, pendamping desa, aparat keamanan yaitu Danramil 1011-03/ Kapuas Timur Peltu Amat dan Babinsa Suparman, Ketua BPD Yuna dan anggota, Kepala Desa Rahmadi dan Sekdes Alfian serta Perangkat Desa lainnya.

Sekretaris Camat Kapuas Timur Amalludin mengatakan untuk kegiatan pada hari ini memastikan ketepatan sasaran. Fokus Pemeriksaan meliputi validasi data penerima KPM, pengecekan administrasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), serta tinjauan fisik realisasi penggunaan Dana Desa di lapangan. Pemerintah dalam hal ini kami tim dari Kecamatan Kapuas Timur serta didampingi Danramil dan lainnya, mengoptimalkan pengawasan pelaksanaan sesuai tupoksi masing masing, terang Amalludin.

Kepala Desa Anjir Mambulau Barat Rahmadi dalam wawancara singkat menjelaskan pada hari ini telah melakukan langsung dua kegiatan sekaligus, yaitu pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau BLT DD dan menitoring evaluasi hasil pembangunan yang kita laksanakan pada tahap II tahun 2026 ini,

“Untuk pembangunan pisik desa kita pada tahap II ini melaksanakan pembuatan lahan parkir pada halaman kantor, multi fungsi bisa menjadi tempat berkegiatan diluar ruangan pula adanya lahan parkir yang kita beri atap ini. Lalu penambahan Toilet untuk kemudahan dalam pelaksanaan acara, tempatnya berada di Aula dan bersama dengan tim kita melihat ketahanan pangan kita berupa kolam bioflok untuk budi daya ikan. Walau sedikit tetap kita harus ada dalam hal pelaksanaan pembangunan ini,” pungkas Rahmadi (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *